Wednesday, 29th February 2012
Jatinangor pukul 19:00.
“Aku udah di tangga depan kosan kamu nih”
“Okay, aku juga bentar lagi turun”
Priscilla menuruni anak tangga secara perlahan dan melihat sosok laki-laki yang menjemputnya yang sedang menunggu dirinya dengan menggunakan sweater biru dongker dan celana jeans tak lupa dengan wangi tubuh yang amat gentle. Sosok itu tersenyum hangat dan mengajak berjalan menuju mobil yang diparkir di depan gang.
“Kamu nggak bawa jaket?”
“Engga nih, lupa. Apa aku balik lagi dulu nih ambil jaket?”
“Gausah, di mobil ada kok jaket aku” Mereka terdiam.
Di belakang ada dua teman Priscilla yang ingin ikut hanya sampai ke sebuah tempat makan yang tak jauh dari situ. Hingga akhirnya mobil melesat.
Perjalanan pukul.. sekitar 19:05-20:00 (kurang lebih)
Di dalam mobil Priscilla banyak berbicara dengan Yugo. Ya, sosok itu bernama Yugo. Musik juga mengalun menemani perjalanan.
“Mau pergi ke mana kita?”
“Ehm, terserah”
Suatu café yang terletak di daerah Bandung
Yugo membukakan pintu café dan Priscilla masuk. Setelah memilih tempat duduk dan berhadapan dengan menu Priscilla bingung.
“Mau mesen apa?”
“Aku gatau, kan kamu yang sering ke sini, apa pun yang kamu pesen aku makan deh”
“Okay, tapi kamu pilih minuman ya”
Setelah pesanan datang, Yugo dan Priscilla kembali hanyut dalam obrolan yang seru sambil menikmati makanan yang ada, sekali-kali Yugo menyuapi Priscilla, dan Priscilla hanya tersipu malu. Banyak yang diceritakan malam itu. Priscilla senang, Priscilla merasa diperlakukan seperti seorang princess. Kadang Priscilla masih bertanya apakah Yugo itu real atau hanya ilusi semata? Priscilla nyaman bersama Yugo. Sampai akhirnya malam itu berakhir dan Yugo mengantar Priscilla pulang.
